Home / Info Penyakit / 10 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia Menurut WHO dan Balitbangkes
ijpst
penyakit
pic : freedigitalphotos.net

10 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia Menurut WHO dan Balitbangkes

GudangIlmuFarmasi – World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 telah merilis data 10 penyakit paling mematikan di Indonesia. Selain itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan juga merilis 10 penyakit paling sering dijumpai yang menyebabkan kematian.

10 penyakit paling mematikan di indonesia menurut WHO

WHO pada tahun 2012 dalam profil statistik Indonesia secara resmi merilis 10 penyakit penyebab kematian paling tinggi di Indonesia.

  1. Stroke 21%
  2. Ischemic Heart Disease 9%
  3. Diabetes 7%
  4. Lower Respiratory Infections 5%
  5. TB 4%
  6. Cirrhosis 3%
  7. Chronic Obstructive Pulmonary Disease 3%
  8. Road Injury 3%
  9. Hypertensive Heart Disease 3%
  10. Kidney Diseases 3%

10 penyakit paling mematikan di indonesia menurut Balitbangkes

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan telah melakukan survei yang disebut Sample Registration Survey (SRS). Datanya data dikumpulkan dari sampel yang mewakili Indonesia, meliputi 41.590 kematian sepanjang 2014, dan pada semua kematian itu dilakukan autopsi verbal, sesuai pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara real time oleh dokter dan petugas terlatih.

Dari data itu terlihat bahwa 10 jenis penyakit paling sering menjadi penyebab kematian di Indonesia adalah penyakt :

  1. Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke.
  2. Penyakit jantung iskemik.
  3. Diabetes Melitus dengan komplikasi.
  4. Tubercolusis pernapasan.
  5. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi.
  6. Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
  7. Penyakit liver atau hati.
  8. Akibat kecelakaan lalu lintas.
  9. Pneumonia atau radang paru-paru.
  10. Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi.

Melihat data survei baik dari WHO dan Balitbangkes memiliki kemiripan. Oleh karenanya, bagi mahasiswa farmasi maupun apoteker akan lebih baik jika terus menggali informasi terkait penyakit diatas. Selain itu, bisa dijadikan sumber penelitian penemuan obat-obat terbaru baik herbal maupun sintetik.

Baca :  Sumber Sebenarnya dari WHO Terkait Konsep Seven-Star Pharmacist

Melalui situs ini, akan mencoba memulai untuk dibahas satu persatu yang bisa dijadikan bahan konsultasi, informasi, edukasi oleh apoteker.

Sumber :

  1. http://www.who.int/gho/countries/idn.pdf?ua=1
  2. http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150513163407-255-53129/10-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia/

About Nasrul Wathoni

Nasrul Wathoni, Ph.D., Apt. Pada tahun 2004 lulus sebagai Sarjana Farmasi dari Universitas Padjadjaran. Gelar profesi apoteker didapat dari Universitas Padjadjaran dan Master Farmasetika dari Institut Teknologi Bandung. Gelar Ph.D. di bidang Farmasetika diperoleh dari Kumamoto University pada tahun 2017. Saat ini bekerja sebagai dosen dan peneliti di Departemen Farmasetika, Farmasi Unpad.

Check Also

bakteri

Prinsip Bacterial Endotoxin Test (BET) Untuk Mendeteksi Pirogen dalam Produk Farmasi

GudangIlmuFarmasi – Pengujian Endotoksin Bakteri atau Bacterial Endotoxin Test (BET) dapat dilakukan untuk mendeteksi pirogen yang …