Home / Calon Farmasi / Apotek Pertama di Dunia dan Kisah Ibnu Sina Warnai Sejarah Munculnya Ilmu Farmasi
sejarah farmasi
"Great Moments in Pharmacy" oleh George A. Bender, Paintings By Robert A. Thom

Apotek Pertama di Dunia dan Kisah Ibnu Sina Warnai Sejarah Munculnya Ilmu Farmasi

GudangIlmuFarmasi – Kisah “40 Peristiwa Sejarah Lahirnya Ilmu Farmasi dari Zaman Purba Hingga Kini” akan berlanjut ke seri ketiga dimana akan diceritakan “Apotek Pertama di Dunia dan Kisah Ibnu Sina Warnai Sejarah Munculnya Ilmu Farmasi”. Sumber sejarah ini disadur dari buku “Great Moments in Pharmacy” oleh George A. Bender.

10. Damian dan Cosmas – Saudara kembar berprofesi ahli farmasi dan kedokteran

Merupakan saudara kembar dari profesi kesehatan, Farmasi dan Kedokteran. Dimana Damian digambarkan sebagai apoteker, dan Cosmas adalah seorang dokter. Saudara kembar dari keturunan Arab, Kristen yang taat, mereka menawarkan pelipur lara dalam agama serta manfaat dari pengetahuan mereka untuk orang sakit yang mengunjungi mereka.

Namun karir kembar mereka dipotong pendek pada tahun 303 oleh kemartiran/martyrdom. Selama berabad-abad makam mereka di kota Suriah Siprus dijadikan sebagai sebuah tempat suci. Gereja dibangun untuk menghormati mereka di Roma dan kota-kota lain. Setelah kanonisasi, mereka menjadi orang-orang kudus pelindung Farmasi dan Kedokteran, dan banyak mukjizat yang dikaitkan dengan mereka.

11. Zaman Biara Farmasi

Selama sisa-sisa Abad Pertengahan, pengetahuan Barat dari Farmasi dan Obat-obatan disimpan di biara-biara (dari abad kelima hingga kedua belas). Para ilmuwan ini diketahui telah mengajarkan di berbagai serambi pada awal abad ketujuh. Naskah dari berbagai pulau diterjemahkan atau disalin untuk perpustakaan biara.

Para biarawan berkumpul di kebun tanaman dan herbal atau dalam kebun ramuan sendiri. Mereka disiapkan sesuai dengan seni apotek untuk kepentingan orang sakit atau terluka. Kebun seperti ini masih dapat ditemukan di biara-biara di banyak negara hingga kini.

Baca :  Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas Untuk Masyarakat

12. Toko obat/apotek pertama Apoteker

Orang-orang Arab memisahkan seni farmasi dan kedokteran, mendirikan toko obat pertama milik pribadi di kota Bagdad pada akhir abad kedelapan. Mereka banyak meresepkan obat Yunani-Romawi, dikombinasikan dengan sirup alami, permen, air suling dan cairan alkohol.

Ketika Apoteker sedang memeriksa dan meracik log kayu cendana yang ditawarkan oleh pedagang pendatang, anak-anak menikmati permen dengan batang tebu. Pada zaman ketika Islam masuk keseluruh Afrika, Spanyol dan Perancis selatan, terjadi perubahan pola baru Farmasi dengan asimilasi budaya Eropa Barat.

13. Avicenna/avisena/ibnu sina – “Galen dari Persia”

Di antara tokoh masa lampau brilian untuk ilmu-ilmu Farmasi dan Obat-obatan selama era bangsa Arab, Avicenna adalah salah satu keturunan arab yang jenius dari Persia, Ibnu Sina (sekitar 980-1037 Masehi), Avicenna sendiri merupakan julukan oleh dunia Barat.

Apoteker, penyair, dokter, filsuf dan diplomat, Avicenna adalah seorang raksasa intelektual, favorit pangeran Persia dan penguasa. Dia menulis dalam bahasa Arab, sering juga berkunjung ke rumah seorang teman apoteker. Ilmu kefarmasiannya diterima dan diakui oleh otoritas di dunia Barat sampai abad ke-17; dan masih berpengaruh dominan di dunia timur hingga kini.

About Nasrul Wathoni

Nasrul Wathoni, Ph.D., Apt. Pada tahun 2004 lulus sebagai Sarjana Farmasi dari Universitas Padjadjaran. Gelar profesi apoteker didapat dari Universitas Padjadjaran dan Master Farmasetika dari Institut Teknologi Bandung. Gelar Ph.D. di bidang Farmasetika diperoleh dari Kumamoto University pada tahun 2017. Saat ini bekerja sebagai dosen dan peneliti di Departemen Farmasetika, Farmasi Unpad.

Check Also

Inilah Standar Gaji Tahun 2018 di Industri Farmasi dan Rumah Sakit di Indonesia

GudangIlmuFarmasi – Kelly Services Indonesia bekerjasama dengan PERSOL memberikan gambaran rinci tentang kekuatan domestik di tempat …