Home / Apoteker / 6 Keahlian Dasar Konseling Obat di Apotek yang Harus Dimiliki Apoteker
ijpst
konseling

6 Keahlian Dasar Konseling Obat di Apotek yang Harus Dimiliki Apoteker

GudangIlmuFarmasi – Seorang apoteker memiliki kewajiban untuk melaksanakan konseling kepada pasien di Apoteknya yakni Konsultasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) obat, baik itu obat resep maupun non-resep agar pasien bisa mengkonsumsi obatnya dengan baik dan benar.

Terdapat 6 kompetensi atau keahlian dasar KIE yang seharusnya disampaikan oleh seorang apoteker ketika memberikan obat kepada pasien. 6 hal ini sebaiknya dillakukan secara runut dan tidak terlewatkan.

1. Memberikan KIE terkait identitas obat

Seketika obat di tangan apoteker dan akan diberikan kepada pasien, hal pertama yang harus diingat adalah menjelaskan nama obat beserta komposisinya, lengkap dengan bentuk sediaan serta indikasi.

Jika obat yang akan diberikan belum dipahami, jangan sungkan untuk membaca terlebih dahulu leaflet obat dan mencari informasi lainnya melalui buku referensi.

2. Memberikan KIE terkait aturan pakai

Informasi aturan pakai obat bisa didapat di resepnya ataupun di leaflet jika merupakan upaya swamedikasi. Durasi penggunaan serta berapa kali pakai dalam sehari merupakan hal yang penting untuk disampaikan.

3. Memberikan KIE terkait cara pakai

Khususnya bagi obat dengan formulasi khusus seperti supositoria, ovula, inhaler, pen insulin dan lainnya perlu dijelaskan kepada pasien. Terlebih jika pasien baru mendapatkannya.

4. Memberikan KIE terkait Efek Samping Obat dan terapi non farmakologi

Apoteker bukan hanya sekedar memberikan obat layaknya pelayan di minimarket, tetapi selayaknya memiliki pengetahuan lebih terkait efek samping dan terapi non farmakologi dari obat yang akan diberikan.

Baca :  5 Negara dengan Gaji Apoteker Paling Tinggi di Dunia

Apa efek samping yang mungkin terjadi dan cara mencegah atau mengatasinya. Informasi ini yang umumnya sering tidak diberikan kepada pasiennya.

5. Memberikan KIE terkait penyimpanan obat

Keahlian dasar yang tidak kalah penting adalah mengetahui bagaimana cara menyimpan obat. Informasi ini sebenarnya selalu ada di kemasan obatnya.

Bagaimana kondisi suhu dan tempat penyimpanannya, termasuk faktor cahaya dan tentunya harus diberikan informasi agar jauh dari jangkauan anak-anak.

6. Melakukan verifikasi akhir

Verifikasi akhir menjadi hal yang sering terlewatkan oleh para apoteker. Sebaiknya apoteker mempersilahkan pasien atau konsumennya agar meminta untuk mengulang penjelasan yang sebelumnya telah diinformasikan.

6 keahlian dasar diatas perlu dilatih dan dipraktekan oleh para apoteker sehingga terbiasa dilakukan dalam setiap pekerjaan kefarmasiannya.

About Nasrul Wathoni

Nasrul Wathoni, Ph.D., Apt. Pada tahun 2004 lulus sebagai Sarjana Farmasi dari Universitas Padjadjaran. Gelar profesi apoteker didapat dari Universitas Padjadjaran dan Master Farmasetika dari Institut Teknologi Bandung. Gelar Ph.D. di bidang Farmasetika diperoleh dari Kumamoto University pada tahun 2017. Saat ini bekerja sebagai dosen dan peneliti di Departemen Farmasetika, Farmasi Unpad.

Check Also

LAM-PTKes 2017-09-07 21-23-22

Daftar Program Studi Profesi Apoteker yang Terakreditasi Lam-PTKes

GudangIlmuFarmasi – Sebelumnya, Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi …